Muhammad Roem Rahman

Hanya bisa saling berbagi.

Keindahan Pantai Malimbu - Lombok

Dingin sore hari dengan tiupan angin menikmati keindahan Pantai Malimbu sebagai Peserta AIV 2012

Tak Perlu ada warna

Akankah semua yang indah itu memiliki warna...

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Ujian Online berbasis Android dengan Google Form

Dewasa ini, banyak sekolah telah melaksanakan Ujian berbasis Komputer, terlebih lagi bagi sekolah yang ikut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dilaksanakan oleh Balitbang Puspendik Kemdikbud. Dari hal tersebut, pihak sekolah pun sudah mulai berbenah dan berlomba-lomba menggunakan media komputer untuk melaksanakan ujian semester dan Mid Semester demi mengefisienkan dana, waktu dan tenaga. Walau tidak dipungkiri bahwa membangun sebuah sistem Ujian Berbasis Komputer memerlukan anggaran yang cukup besar. Dan tidak sedikit sekolah belum mampu melaksanakan ujian berbasis komputer karena minimnya infrastruktur, utamanya Komputer yang akan digunakan ujian. 
Salah satu solusi yang bisa kami tawarkan adalah melaksanakan Ujian Online berbasis Android dengan menggunakan google form tanpa menggunakan komputer sever. Ini baik digunakan bagi Guru yang ingin memberi ujian kepada siswa dalam satu kelas dengan menggunakan smartphone. 
Untuk lebih jelasnya mari kita menyiapkan kebutuhan untuk membuat soal tersebut:
1. PC atau HP/smartphone yang terkoneksi Internet
2. Akun google aktif digunakan membuat soal
3. Konten Google Form/Formulir
4. URL ://gg.gg atau yang lain boleh
5. Zint Barcode Studio (Gunakan kode barcode dalam memudahkan siswa mendapatkan alamat akses soal) 
6. Aplikasi Exambro di install di HP/Smartphone siswa yang akan ujian.

Setelah selesai menyiapkan kebutuhan untuk digunakan membuat soal, mari kita mulai bekerja :

  1.  Login di akun google, setelah itu klik konten aplikasi google di kanan atas , lalu cari icon google formulir . Atau cari google formulir di mesin pencari
  2. Setelah itu buka Formulir baru, Tentukan Judul Soal yang akan diujikan.
  3. Klik Setelan >> klik Kuis, lalu Aktifkan jadikan ini sebagai kuis >> lalu klik simpan
  4. "Tambahkan bagian", bagian pertama untuk menginput data peserta ujian dan bagian ke-2 untuk menginput soal.
  5. Buatlah soal sesuai keinginan dengan tidak lupa memberi poin sebagai pilihan yang benar dalam setiap soal.
  6. Setelah selesai memasukkan soal, Klik pratinjau dibagian kanan atas untuk melihat hasil yang telah dibuat. 
  7. Klik alamat address untuk blog semua tulisan lalu copy alamat url yang ada.
  8. Buka tab baru di browser lalu ketik gg.gg di alamat address
  9. Klik di Tempat "Put your long URL here.." lalu paste alamat address tadi
  10. Klik "Shorten URL" untuk mendapat alamat URL baru
  11. Copy alamat URL yang telah ada di kotak kuning tetapi hanya di mulai dari gg.gg/xxxxx
  12. Gunakan barcode online atau zint barcode studio untuk membuat code barcodenya.
  13. Setelah muncul kode barcodenya silahkan copy dan paste di MS. Word untuk dicetak lalu diperlihatkan kepada siswa yang akan ujian sebagai tempat untuk membuka soalnya.
  14. Untuk siswa yang akan ujian, silahkan Install Aplikasi Exambro di google play seperti gambar ini : 
Untuk soal yang bisa diujicoba silahkan scan barcode dibawah ini dengan menggunakan QR code alamat server yang ada di aplikasi exambro. 

Semoga bermanfaat.... 


8 Keterampilan Mengajar yang harus dikuasai Guru

Assalamu'alaikum wr.wb, untuk rekan-rekan guru seluruh indonesia... mari simak informasi terbaru dan sangat penting berikut ini tentang 8 keterampilan dasar yang harus dimiliki seorang guru yang profesional dalam mengajar, seperti yang pernah disampaikan menteri anis baswedan tentang kemajuan pendidikan tidak lepas dari kuwalitas guru yang ada....

1. Keterampilan Bertanya
“Bertanya” adalah bahasa verbal untuk meminta respon siswa baik berupa pengetahuan, pendapat, atau pun sekedar mengembalikan konsentrasi siswa yang terdestruc oleh berbagai kondisi selama KBM berlangsung. Dalam proses belajar mengajar, “Bertanya” memainkan peranan penting sebab “Bertanya” dapat menjadi stimulus yang efektif untuk mendorong kemampuan berpikir siswa.
Tujuan guru mengajukan pertanyaan antara lain adalah :
• Menimbulkan rasa ingin tahu
• Merangsang fungsi berpikir
• Mengembangkan keterampilan berpikir
• Memfokuskan perhatian siswa
• Mendiagnosis kesulitan belajar siswa
• Menkomunikasikan harapan yang diinginkan oleh guru dari siswanya

2. Keterampilan memberikan penguatan
Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons, baik bersifat verbal maupun non verbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi si penerima (siswa), atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. Penguatan juga merupakan respon terhadap tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut
3. Keterampilan mengadakan variasi
“Variasi” dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai perubahan dalam proses interaksi belajar mengajar. Dalam konteks ini, “variasi” merujuk pada tindakan dan perbuatan guru, yang disengaja ataupun secara spontan, yang dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengikat perhatian siswa selama pembelajaran berlangsung. 
4. Keterampilan menjelaskan
“Menjelaskan” adalah menyajikan informasi secara lisan, dengan sistematika yang runut untuk menunjukkan adanya korelasi/hubungan antara yang satu dengan yang lainnya. Ada 2 komponen dalam ketrampilan menjelaskan, yaitu : Merencanakan, hal ini mencakup penganalisaan masalah secara keseluruhan, penentuan jenis hubungan yang ada diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum atau rumus-rumus yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan. Dan penyajian, merupakan  suatu penjelasan, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut: kejelasan, penggunaan contoh dan ilustrasi, pemberian tekanan, dan penggunaan balikan/feedback.
5. Keterampilan membuka dan menutup pelajaran
a. Membuka Pelajaran
Yang dimaksud dengan membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam proses KBM untuk menciptakan prokondusi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajari, dan  usaha tersebut diharapkan akan memberikan efek positif terhadap kegiatan belajar. 
b. Menutup Pelajaran
Menutup pelajaran (closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri proses KBM.  Jangan akhiri pelajaran dengan tiba-tiba. Penutup harus dipertimbangkan dengan sebaik mungkin agar sesuai. Guru perlu merencanakan closing yang baik dan tidak tergesa-gesa. Jangan lupa sertakan pula doa.
6. Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
Diskusi kelompok merupakan salah satu variasi kegiatan pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses KBM. Dalam diskusi kelompok, siswa dalam tiap kelompok kecil dapat bertukar informasi dan pengalaman, melakukan pengambilan keputusan bersama, serta belajar melakukan pemecahan masalah (problem solving). 

7. Keterampilan mengelola kelas
Suasa belajar mengajar yang baik sangat menunjang efektifitas pencapaian tujuan pembelajaran. Seorang guru harus mampu menjadi manager yang baik dalam sebuah proses KBM. Hal ini berarti bahwa guru harus terampil menciptakan suasana belajar yang kondusif serta mampu menjaga dan mengembalikan kondisi belajar yang optimal, meminimalisir gangguan yang mungkin terjadi selama proses KBM, sehingga siswa dapat fokus pada KBM yang berlangsung.
8. Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan
Jumlah siswa dalam bemtuk pengajaran seperti ini berkisar 3 sampai 8 orang untuk setiap kelompok kecil, dan 1 orang untuk perseorangan. Terbatasnya jumlah siswa dalam pengajaran bentuk ini memungkinkan guru memberikan perhatian secara optimal terhadap setiap siswa. Hubungan antara guru dan siswa pun menjadi lebih akrab, demikian pula hubungan antar siswa.

Membuat Absensi Siswa Online di Google Form dan Google Spreedsheet

Google telah menyiapkan beberapa konteng untuk dimanfaatkan sebagai media belajar dan pembelajaran, termasuk dalam hal administrasi guru. Apalagi bila sekolah kita telah menggunakan aplikasi Google Apps For Educations (GAFE) maka mau tidak mau guru dituntut mampu membuat aplikasi Absensi Online. Tujuannya untuk memudahkan guru dalam mengabsen siswa dalam kelas yang tanpa memerlukan lagi storage media penyimpanan, seperti harddisk atau flashdisk melainkan disimpan secara online, dan hasilnya dapat dilihat oleh pimpinan atau rekan-rekan guru yang membutuhkan, utamanya sebagai laporan hasil absensi siswa.
Syarat utama membuat Absensi Siswa Online adalah memiliki email dari google atau biasa dikenal GMAIL dan mengaktifkan Google Drive. Untuk membahas lebih jauh akan dijelaskan langkah-langkah pembuatan Absensi Siswa Online.

  1. Masuk ke Google Drive dengan menggunakan akun google kita
  2. Lalu klik “Baru --> Lainnya àklik Google Formulir  
  3. Edit isinya mulai dari Formulir tanpa judul kita ganti : Absensi Kelas XA1
  4. Pertanyaan Tanpa Judul kita ganti : Mata Pelajaran --> Pilihan Ganda : Jawaban Singkat 
  5.  Pindahkan bulatan di samping “Wajib Diisi” ke kanan
  6. Tambahkan Pertanyaan dengan klik +
  7.   “Pertanyaan” diganti : “Guru Bidang Studi” --> “Pilihan Ganda” diganti : Jawaban Singkat
  8. Tambahkan lagi Pertanyaan dengak Klik  + , seperti cara 6
  9. Ganti dengan “Tanggal Absensi” --> “Pilihan Ganda” diganti : Tanggal
  10. Tambahkan lagi Pertanyaan seperti cara 6, ganti: Jam Pelajaran à “Pilihan ganda” diganti : “Kotak Centang”
  11. Isi Opsi 1 dan seterusnya sampai Opsi 8 sesuai jam pelajaran kita akan masukkan dengan mengklik “Tambahkan lainnya” bila akan menambah Opsi 
  12.  Selanjutnya Judul lainnya dengan cara klik TT untuk membuat halaman berikutnya 
  13.  Klik “Tambahkan Bagian” agar halaman nantinya akan terbagi 2 
  14.  Edit Judul bagian : XA1 (Kelas yang akan dibuat) 
  15.  Ganti “Pilihan Ganda” dengan “kisi Pilihan ganda” di samping pertanyaan 
  16.  Di posisi Baris 1 , baris 2, dan seterusnya tulislah nama siswa yang kita masukkan dalam absen 
  17.  Di posisi Kolom 1, kolom 2 dan seterunya tulislah “Alpa”, “sakit”, “Izin” 
  18.  Dan selanjutnya kita lihat hasilnya dengan mengklik “Pratinjau” gambar “mata” di tengah sudut kanan atas
  19. Silahkan coba dan input sesuai kebutuhan atau klik disini
Selanjutnya kita buat tanggapan yang nantinya akan secara otomatis hasil rekap absensi yang telah kita buat menjadi google spreedsheet menjadi laporan kita
1.       Buka kembali google form yang telah kita buat
2.       Klik Tanggapan
3.       Klik “Membuat Spreedsheet”
4.       Klik “Buat”

Untuk melihat hasilnya silahkan buka Google drive kembali dan bukalah file “Absensi Kelas XA1 (Tanggapan)” klik disini
Demikian cara membuat Absensi Online, semoga bermanfaat, untuk  pengembangan di google spreedsheet silahkan tunggu tutorial selanjutnya.
 

Kenapa Harus ada PR untuk siswa..?

Bapak Ibu guru pernah memberikan tugas kepada para siswa? Baik tugas untuk dikerjakan di sekolah saat Bapak/Ibu meninggalkan kelas untuk urusan tertentu yang sangat penting ataupun tugas untuk dikerjakan di rumah yang lebih dikenal sebagai Pekerjaan Rumah (PR). Tentu semua pernah ya..? Pernahkan Bapak/Ibu guru menemukan siswa yang malas mengerjakan PR? Sehingga tidak mengumpulkan PR dan Bapak/Ibu merasa terhambat dalam kegiatan belajar mengajar?  Sudahkah Bapak/Ibu menanyakan ke siswa alasan tidak mengerjakan tugas/pe-er?

PR dan Tujuannya
Pekerjaan Rumah (PR), dalam bahasa Inggris disebut homework atau homework assignment merupakan sejumlah aktivitas tugas yang diberikan oleh guru kepada siswa untuk dikerjakan di luar kelas/sekolah. Pekerjaan rumah bisa bermacam-macam dan bisa dikerjakan secara individu maupun berkelompok.
Pekerjaan Rumah diberikan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan siswa, menambah pengetahuan, mengulang materi yang telah dipelajari di sekolah, menyiapkan siswa mempelajari materi berikutnya, bahkan mengaplikasikan pengetahuan siswa dalam kehidupan nyata sehari-hari.
Bagi sebagian guru yang belum memahami penugasan atau pemberian PR, pekerjaan rumah mungkin berfungsi untuk mengisi waktu luang siswa saja daripada sekedar main. Guru akan dianggap serius mengajar oleh orang tua ketika si anak di rumah sibuk mengerjakan PR. Tak jarang , banyak orang tua justru minta anak diberi PR yang banyak supaya belajar di rumah.

Beberapa alasan kasus bila guru memberikan PR kepada siswa tidak dikerjakan:

  1.  Lupa kalau ada tugas
  2. Terlalu banyak PR yang diberikan oleh Guru pada waktu bersamaan dan dikumpulnyapun pada hari bersamaan.
  3. Tidak tau soalnya, karena minggu lalu tidak masuk sekolah.
  4. Ada aktivitas lain yang sangat penting.
  5. Tidak bisa mengerjakan
  6. Sedang sedih karena tertimpah musibah sehingga tidak bisa konsentrasi
  7. Malas mengerjakan PR
  8. Bukunya dipinjam teman yang rumahnya jauh.
  9. Gampang mencontek bila dikerjakan disekolah.
  10. Tidak ada buku cetak (buku pedoman)


Apa yang sebaiknya dilakukan guru dalam memberikan tugas/PR?
  • Sampaikan dengan jelas maksud dan tujuan penugasan/pemberian PR.
  • Sesuaikan jenis tugas/PR dengan apa yang sudah guru sampaikan sebelumnya. Jika PR/tugas dimaksudkan untuk persiapan materi berikutnya, sebaiknya sudah ada guideline dan deskripsi tentang materi berikutnya.
  • Berikan tugas/PR secara proporsional mengenai jenis, jumlah dan durasi. PR tidak harus menghabiskan waktu luang siswa, melainkan seberapa dalam mereka belajar melalui tugas/PR tersebut.
  • Berikan variasi tugas atau PR. Sebaiknya PR diberikan secara kontekstual, nyata dalam kehidupan sehari-hari. Anak bahkan boleh memilih tugas/PR sesuai kemampuan dan kesukaan, tetapi tetap dalam materi yang sama.
  • Sampaikan penilaian tugas/PR akan seperti apa sehingga anak akan tahu apa saja yang harus diperhatikan selama mengerjakan PR atau tugas tersebut.
  • Hindari penugasan/PR yang monoton dan seragam misal mengerjakan LKS, buku soal-soal latihan yang akan memungkinkan siswa menyepelekan, saling bergantung kepada teman lain sehingga yang terjadi hanya satu siswa yang mengerjakan dan siswa lain mencontek, Alhasil, semua jawaban tugas/PR sama. Bagaimana guru bisa mengukur dan menilai pemahaman siswa?
  • Koreksi tugas/PR segera setelah siswa mengumpulkan tugas/PR nya dan berikan feedback, lalu kembalikan kepada siswa atau dibahas atau diumumkan atau dipresentasikan. Jika tidak dilakukan, siswa cenderung akan malas mengerjakan tugas/PR berikutnya, atau mengerjakan asal-asalan, yang penting mengumpulkan. Tentu siswa akan berpikir bahwa mengerjakan PR akan sia-sia, bisa mencontek saja dengan mengganti identitas siswa.
Manfaat mengerjakan PR di rumah bagi siswa
Ada bermacam keuntungan yang didapat apabila kita mengerjakan PR, tentunya dikerjakan sendiri ya, bukan dibuatkan orang tua atau orang lain
  1. Berlatih manajemen waktu, disini kita berpikir kira-kira kapan waktu yang tepat untuk membuat PR sehingga tidak berbenturan dengan kegiatan lainya, dengan ilmu manajemen waktu yang bagus maka secara tidak langsung kita telah menjadi orang yang disiplin.
  2. Orang tua senang dan berpikir bagus tentang anaknya, membuka atau melihat kembali pelajaran sekolah dirumah ternyata dapat meyakinkan ortu bahwa kita benar-benar bisa mengikuti pelajaran.
  3. Membaca kembali pelajaran, ilmu yang sudah didapat dari guru di kelas tentu akan lebih dipahami apabila sepulang sekolah  kita mempelajari kembali ilmu tersebut.
  4. Memberikan penghargaan pada diri sendiri, apabila tugas yang kita kerjakan ternyata benar dan mendapat nilai bagus dari guru maka ada kemungkinan kita menjadi bangga dan senang.
  5. Melatih diri agar rajin, sulitnya mengatur diri sendiri maka seringkali muncul rasa malas ketika hendak melakukan aktifitas tertentu, hal ini tentu tidak akan terjadi jika kita sudah biasa berlatih untuk rajin mengerjakan PR.
  6. Menumbuhkan sikap tanggung jawab, setiap tugas yang kita peroleh akan terlaksana dengan baik jika adanya rasa tanggung jawab karena bisa jadi suatu beban pikiran apabila kita tidak mengerjakanya .
  7. Mengembangkan ketrampilan, dengan membaca menulis atau mengerjakan tugas maka ada kemampuan baru yang masuk kedalam diri kita.
Tentu masih banyak ide dari Bapak/Ibu guru mengenai pemberian tugas /PR tersebut, memang menuntut kreativitas  guru untuk memberikan PR, tentu juga agar siswa menjadi kreatif. Sesuaikan jenjang dan materi serta waktu, dan siapkan skema penilaian untuk setiap pilihan tugas/PR. Semoga akan banyak ide baru muncul untuk menumbuhkan kreativitas siswa, bukan membebani siswa dengan banyaknya PR/tugas.