Muhammad Roem Rahman

Hanya bisa saling berbagi.

Keindahan Pantai Malimbu - Lombok

Dingin sore hari dengan tiupan angin menikmati keindahan Pantai Malimbu sebagai Peserta AIV 2012

Tak Perlu ada warna

Akankah semua yang indah itu memiliki warna...

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Metode Pembelajaran Scaffolding

Metode Pembelajaran Scaffolding ~ Metode Scaffolding merupakan praktik yang  berdasarkan pada konsep Vygotsky tentang zona of proximal development (zona perkembangan terdekat). Menurut Vygotsky, siswa mempunyai dua tingkat perkembangan yaitu tingkat perkembangan aktual dan tingkat perkembangan potensial. Tingkat perkembangan didefinisikan sebagai pemungsian intelektual individu saat ini dan kemampuan untuk belajar sesuatu yang khusus atas kemampuannya sendiri. Individual juga mempunyai tingkat perkembangan, dimana Vygotsky mendefinisikan sebagai tingkat seorang individu dapat memfungsikan atau mencapai tingkat itu dengan bantuan orang lain seperti guru, orang tua atau teman sejawat yang kemampuannya lebih tinggi.
Zona antar tingkat perkembangan aktual siswa dan tingkat perkembangan aktual siswa disebut zona perkembangan terdekat (zona of proximal development). Zona perkembnagan terdekat adalah tingkat perkembangan sedikit di atas tingkat perkembangan saat ini. Perkembangan pembentukan (Scaffolding), peran interaksi sosial mendominasi pembentukan mental siswa dimana guru dapat berfungsi sebagai pengingat dan mendukung siswa dalam mendapatkan mental yang lebih tinggi dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi siswa.
Tingkatan pengetahuan atau pengetahuan berjenjang disebut sebagai Scaffolding. Metode Pembelajaran ScaffoldingScaffolding berarti memberikan kepada individu sejumlah besar bantuan selama bertahap-tahap awal pembelajaran dan kemudian mengurangi bantuan tersebut dan memberikan kesempatan kepada anak didik tersebut untuk mengambil alih tanggung jawab yang semakin besar, segera setelah mampu mengerjakan sendiri. Bantuan yang diberikan oleh pembelajar (guru) dapat berupa petunjuk, peringatan, dorongan, menguraikan masalah ke dalam bentuk lain yang memungkinkan siswa dapat mandiri. Vygotsky mengemukakan tiga kategori pencapaian siswa dalam upanyanya memecahkan permasalahan, yaitu:
  1. Siswa mencapai keberhasilan dengan baik,
  2. Siswa mencapai keberhasilan dengan bantuan,
  3. Siswa gagal meraih keberhasilan. Scaffolding,
Berarti upaya pembelajar untuk membimbing siswa dalam upayanya mencapai keberhasilan. Dorongan pembelajar (guru) sangat dibutuhkan agar pencapaian siswa ke jenjang yang lebih tinggi menjadi optimum).
Scaffolding merupakan bantuan kepada siswa secara terstruktur pada awal pembelajaran dan kemudian secara bertahap mengaktifkan siswa untuk belajar mandiri. Menurut Bruner, Scaffolding sebagai suatu proses dimana seorang siswa dibantu menuntaskan masalah tertentu melampaui kapasitas perkembangannya melalui bantuan dari seorang guru atau orang lain yang memiliki kemampuan yang lebih dan menurut Kozulin dan Presseisen (1995), Scaffolding (mediated learning) yaitu siswa seharusnya diberi tugas-tugas kompleks, sulit tetapi sistematik dan selanjutnya siswa diberi bantuan untuk menyelesaikannya. Bukan sebaliknya yaitu sistem belajar sebagian-sebagian, sedikit demi sedikit atau komponen demi komponen dari suatu tugas kompleks.
Sunarsono, (Mappaita, 2002) mendefenisikan, Scaffolding sebagai bantuan atau support kepada seorang anak dari seseorang yang lebih dewasa atau lebih kompeten dengan maksud agar siswa mampu mengerjakan tugas-tugas atau soal-soal yang lebih tinggi tingkat kerumitannya daripada tingkat perkembangan kognitif yang aktual dari anak yang bersangkutan. Sumbangan penting teori Vygotsky adalah penekanan pada hakikat pembelajaran sosiokultural. Inti teori Vygotsky adalah menekankan interaksi antara aspek internal dan eksternal dari pembelajaran dan penekanannya pada lingkungan sosial pembelajaran. Menurut teori Vygotsky, fungsi kognitif manusia berasal dari interaksi sosial masing-masing individu dalam konteks budaya. Vygotsky juga yakin bahwa pembelajaran terjadi saat siswa bekerja menangani tugas-tugas yang belum dipelajari namun tugas-tugas tersebut masih dalam jangkauan kemampuannya atau tugas-tugas itu berada dalam zona of proximal mereka.
Pengetahuan dan pengertian dikonstruksi bila seseorang terlibat secara sosial dalam dialog dan aktif dalam percobaan-percobaan serta pengalaman. Pembentukan makna adalah dialog antar pribadi. Dalam hal ini pebelajar (guru) tidak hanya memerlukan akses pengalaman fisik tetapi juga interaksi dengan pengalaman yang dimiliki oleh individu lain.Keuntungan pembelajaran Scaffolding menurut Bronsfold, Brown, yaitu:
  1. Memotivasi dan mengaitkan minat siswa dengan tugas belajar.
  2. Menyederhanakan tugas belajar sehingga bias lebih terkelola dan bisa dicapai oleh siswa.
  3. Memberi petunjuk untuk membantu anak berfokus pada pencapaian tujuan.
  4. Secara jelas menunjukkan perbedaan antara pekerjaan anak dan solusi standar atau yang diharapkan.
  5. Mengurangi frustasi atau resiko.
  6. Memberi model dan mendefenisikan dengan jelas harapan mengenai aktivitas yang akan dilakukan.
Dengan melatih seorang anak menggunakan pikirannya, yang paling penting untuk diwaspadai adalah apa yang disebut gagasan yang lamban (inert ideas) yaitu gagasan yang diterima begitu saja ke dalam pikiran tanpa dipergunakan/dicoba, digabungkan ke dalam kombinasi yang baru. Biarkan gagasan utama diperkenalkan kepada anak sedikit saja, tetapi yang penting, biarkan gagasan tersebut digabungkan menjadi beragam kombinasi yang mungkin. Si anak harus menjadikan gagasan tersebut menjadi miliknya sendiri dan harus paham bagaimana menerapkan dalam kehidupan nyata.

Sumber: menghafalcepat.com

KELAS VIRTUAL

Sebuah kelas virtual (Virtual Class) adalah sebuah tempat pembelajaran online. Tempat ini berbasis web-based dan diakses melalui portal atau perangkat lunak dan terdapat fasilitas file eksekusi untuk di download.
Sama seperti di kelas dunia nyata, seorang siswa di sebuah kelas virtual dapat saling berinteraksi, yang berarti bahwa guru dan siswa masuk ke tempat belajar virtual pada saat yang sama.
 Kelas virtual, seperti apa?
Kelas virtual mungkin masih asing di telinga sebagian masyarakat. Namun seiring perkembangan teknologi dan akses internet yang lebih mudah, belajar virtual atau secara online semakin populer. Sebenarnya, seperti apa kelas virtual itu?
“Setelah mengakses internet dan smartphone, misalnya guru serta siswa di satu sekolah masuk ke layanan kelas room. Nanti ada white board digital. Guru itu bisa mengarahkan krusor ke white board untuk memulai mengajar. Jadi realtime dan bisa dilihat secara bersamaan oleh siswanya. Bisa juga ditambah layanan video tatap muka
Banyak sekolah, perguruan tinggi dan bisnis telah meluncurkan kelas virtual untuk menyediakan pendidikan jarak jauh yang tersingkronisasi. Aplikasi kelas virtual perangkat lunak sering menggunakan teknologi sinkron ganda, seperti web conferencing, video conferencing, livestreaming, dan web-based VoIP untuk memberikan kemudahan bagi siswa yang berlokasi jauh untuk berkolaborasi atau terhubung secara real time. Untuk meningkatkan proses pendidikan, aplikasi ini juga dapat memberikan fasilitas bagi para siswa berupa alat komunikasi asynchronous, seperti papan pesan dan chatting
Porter (1997) menyarankan, kalau kita akan menciptakan kelas virtual kita harus mempertimbangkan berbagai hal supaya kelas virtual tersebut dapat menjadi wahana proses belajar yang efektif
Kelas virtual tersebut dilengkapi dengan sumber belajar yang pada saat diperlukan siswa telah tersedia dan mudah diakses. Andaikan sumber belajar itu tidak dapat disediakan, penyelenggara kelas virtual tersebut harus dapat menunjukkan dimana sumber belajar itu dapat dicari. Kelas virtual itu harus dilengkapi dengan peralatan (tool) yang dapat digunakan untuk mencari dan mengirimkan pesan kepada guru atau sesama siswa. Sebagai contoh, bila siswa ingin mempelajari buku atau dokumen tertentu yang berkaitan dengan palajaran yang sedang dipelajari, bahan belajar tersebut harus dapat diakses secara on-line. Bila tidak tersedia, setidaknya alat yang tersedia dapat digunakan untuk mencarinya di sumber data yang lain.
Kelas virtual seringkali juga menggunakan alat komunikasi lain selain internet, seperti fax, telepon, konferensi audio dan konferensi video.
Kelas virtual tersebut harus dapat memberikan harapan kepada siswa untuk terjadinya proses belajar dan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk belajar. Hal tersebut antara lain dapat diwujudkan dengan merumuskan tujuan pembelajaran yang jelas dan spesifik., menyusun bahan belajar yang baik dan berkualitas tinggi, dan memfasilitasi terjadinya komunikasi timbal balik antara siswa dan guru.
Kelas tersebut harus dapat menyatukan siswa dan guru supaya mereka bersikap terbuka untuk berbagi informasi dan bertukar gagasan. Mungkin siswa dan guru dalam kelas virtual tidak pernah berjumpa satu dengan lainnya, tetapi kalau mereka sering berdialog jarak komunikasi dan jarak psikologisnya (jarak transaksinya) menjadi kecil. Dalam situasi seperti ini kemungkinan terjadi kesalahan dalam menafirkan isi pelajaran juga kecil.
Kelas virtual harus menyediakan ruang untuk percobaan dan penerapan. Dalam sistem konvensional siswa sering diberi kesempatan melakukan percobaan, menghadapi workshop, melakukan demonstrasi mengenai hasil pelaksanaan tugas-tugas akademik, dan melakukan penyajian untuk mengungkapkan gagasan.
Mungkin siswa dan guru dalam kelas virtual tidak pernah berjumpa satu dengan lainnya, tetapi kalau mereka sering berdialog jarak komunikasi dan jarak psikologisnya (jarak transaksinya) menjadi kecil. Dalam situasi seperti ini kemungkinan terjadi kesalahan dalam menafirkan isi pelajaran juga kecil.
Kelas virtual harus menyediakan ruang untuk percobaan dan penerapan. Dalam sistem konvensional siswa sering diberi kesempatan melakukan percobaan, menghadapi workshop, melakukan demonstrasi mengenai hasil pelaksanaan tugas-tugas akademik, dan melakukan penyajian untuk mengungkapkan gagasan
Kelas virtual juga perlu dirancang supaya siswa dapat berbagi (share) hasil karya dan bertukar pengalaman dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperolehnya. Misalnya konferensi jarak jauh atau desktop video conference dapat digunakan untuk ceramah atau penyajian. Dapat juga dilakukan simulasi secara on-line mengenai penerapan pengetahuan tentang prosedur melakukan sesuatu yang baru dipelajari. Simulasi seperti ini harus dirancang untuk dapat memperoleh umpan balik, sehingga dapat diketahui apakah penerapan pengetahuan yang disimulasikan tersebut benar atau salah.
Kelas virtual juga harus dapat memberikan penilaian terhadap kinerja siswa. Dalam sistem pembelajaran ini harus dimasukkan evaluasi kemajuan belajar siswa yang dapat dikerjakan secara on-line. Guru dapat memeriksa dan memberikan penilaian secara on-line juga. Pekerjaan siswa dan nilainya hanya dapat dilihat oleh siswa dan gurunya saja. Siswa lain tidak dapat mengetahui hasil tes tersebut. Dengan perkataan lain kerahasiaan hasil tes itu terjaga dengan baik.
Kelas virtual ini juga dapat memberikan tugas perorangan kepada setiap siswa melalui e-mail. Pekerjaan siswa yang dikirimkan kepada guru melalui e-mail diperiksa oleh guru, diberi komentar, dan diberi nilai. Komentar dan nilainya dikirimkan ke siswa melalui e-mail.
Kelas virtual harus dapat menjadi wahana kebebasan akademik. Siswa itu perlu memperoleh kebebasan dalam melakukan percobaan, dalam membuat asumsi, dalam berinteraksi dengan siswa lain tanpa harus meras takut dan cemas. Kelas yang efektif merupakan wahana bagi siswa untuk mengekspresikan diri dengan cara yang tepat, wahana untuk menempuh resiko sehingga dapt belajar lebih banyak, wahana berbagi gagasan, dan wahana melontarkan pertanyaan tanpa rasa takut.
KELEMAHAN KELAS VIRTUAL
Kelas virtual diciptakan dengan bantuan internet. Ungkapan yang mengetakan bahwa ”tidak ada media terbaik” kiranya berlaku juga bagi media internet. Media ini baik kalau digunakan untuk tujuan yang tepat dalam situasi yang tepat juga. Ada beberapa kelemahan yang perlu dikemukakan dalam paper ini.
Penggunaan internet memerlukan infrastruktur yang memadai
Internet dapat dioperasikan kalau ada jaringan listrik dan ada jaringan telepon. Tempat-tempat yang belum mempunyai jaringan listrik dan telepon tidak dapat menggunakan internet. Karena itu banyak tempat di indonesia yang belum dapat menggunakan internet.
Menggunakan internet mahal
Untuk dapat menggunakan internet orang harus mempunyai komputer yang dilengkapi dengan modem, tenaga listrik, fasilitas telepon,dan terhubung dengan internet provider yang dapat diperoleh melalui langganan. Harga komputer dan modemnya mahal tetapi membeli sekali dapat dipakai dalam waktu yang lama.
Sedangkan biaya penggunaan saluran telepon, tenanga listrik, dan langganan provider internet harus dibayar setiap bulan. Biaya ini untuk banyak orang seringkali tidak terpenuhi.
Komunikasi melalui internet sering kali lamban
Arus komunikasi melalui internet sering kali berjalan lamban. Lebih-lebih kalau informasi itu mengandung gambar, chart, bagan, gambar bergerak, suara dan sebagainya. Lambatnya arus informasi ini dapat menyebabkan proses belajar menjadi membosankan.
Sumber: Pustekom.go.id

Materi Digital

Peralatan Multimedia
dan
Fungsi – fungsinya 
Dahulu, multimedia hanya menggunakan alat-alat berupa speaker dan layar komputer yang terhubung langsung. Saat ini multimedia sudah menggunakan berbagai alat dan media untuk menampilkan fungsi multimedianya. Contohnya adalah handphone dan camera digital. Bahkan jika tidak punya kita bisa memanfaatkan jasa sewa multimedia.
MULTIMEDIA

Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks,  suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi. Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan dan Game.

Multimedia dimanfaatkan juga dalam dunia pendidikan dan bisnis. Di dunia pendidikan, multimedia digunakan sebagai media pengajaran. Dan di dunia bisnis, multimediadigunakan sebagai media profil perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media kios informasi dan pelatihan dalam sistem e-learning.

Alat – alat Multimedia

Alat multimedia saat ini tidak hanya menggunakan komputer saja. Alat komunikasi seperti HP pun sudah menjadi sebuah perangkat multimedia yang semakin canggih. Dengan menggunakan HP yang terbaru kita bisa menggunakan fasilitas teleconference, menonton TV, mengakses internet dan berbagai fasilitas wireless (koneksi tanpa kabel) lainnya. 
Selain HP atau ponsel, Camera Digital saat ini juga sudah berfungsi sebagai perangkat multimedia yang dapat menyajikan suara, teks, animasi walaupun belum dapat mengakses internet ( contoh : handycam )
  1. CAMERA DIGITAL
camera  digital adalah alat2 dari multimedia
   2. CAMERA VIDEO
camera ini berguna untuk pengambilan video
  3. SCANNER 
scenner untuk memindai gambar atau dukumen
4. LCD PROJEKTOR
Proyektor adalah alat yang digunakan untuk membuat proyeksi.
5. WAB CAM
WebCam adalah kamera video sederhana berukuran relatif kecil
6. PRINTER
adlaha alat untuk memindahkan gambar atau data ke kertas
7. HEADSET
sepasang pengeras suara kecil yang digunakan sangat dekat dengan telinga.
Dibawah ini adalah Peralatan yang dibutuhkan dan sering digunakan untuk kebutuhan Multimedia, Khususnya Video Editing(Editing Video).
Mulai dari Jenis Kabel, Kaset, dan Handy Cam yang sering digunakan digunakan Untuk Proses Editing Video. Akan tetapi ini belum termasuk keseluruhan Peralatan Multimedia Edting Video.

Untuk mendownload beberapa materi Simulasi Digital silahkan klik dibawah ini : 
  Download Materi Simulasi Digital versi Maret 2014

Manfaat - Manfaat Pisang Bagi Kesehatan

Manfaat Pisang - Pisang adalah salah satu buah populer yang banyak dijuampai di pedesaan maupun perkotaan. Pisang kaya akan serat dan mengandung 3 jenis gula alami yakni glukosa, sukrosa, dan fruktosa, yang membuat pisang memiliki berbagai manfaat. Apa saja manfaat pisang bagi kesehatan? Berikut ulasannya:

1. Sebagai Sumber Tenaga.
Kandungan Gula dalam pisang dengan mudah dapat dicerna dan diubah menjadi sumber tenaga, sehingga sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah.

2. Kesehatan Saluran Pencernaan.
Kandungan serat yang dimiliki pisang dapat membantu mengatur sistem pencernaan tubuh serta mempertahankan gerakan usus tetap teratur. Kandungan pektin pada buah pisang mampu mencegah sembelit. Berdasarkan hasil penelitian, rutin makan pisang dapat membantu mengurangi risiko terkena kanker lambung.

3. Melancarkan Peredaran Darah.
Kandungan kalium dan potasium berfungsi untuk membantu sirkulasi tubuh, sehingga peredaran oksigen ke otak menjadi lancar. Kalium juga mampu membantu denyut jantung jadi teratur, mengurangi resiko terjadinya stroke dan mengatur tekanan darah supaya normal.

4. Meningkatkan Kesehatan Otak.
Caranya dengan mengkonsumsi pisang 3 kali sehari sebagai pencuci mulut, untuk meningkatkan daya tangkap dan konsentrasi.

5. Menurunkan Tekanan Darah.
Manfaat buah pisang berikutnya adalah menetralkan tekanan darah tinggi. Kadar kalium yang cukup tinggi dari buah pisang dapat membantu mencegah tekanan darah tinggi serta stroke. Itulah alasan mengapa para dokter sering menganjurkan pasien penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) untuk mengkonsumsi lebih banyak pisang.

6. Penambah Energi.
Saat memakan pisang kita akan lebih cepat kenyang, hal ini dikarenakan pisang kaya akan kandungan karbohidrat sehat. Karbohidrat inilah yang dapat menampah energi bagi tubuh kita.

7. Menjaga Kesehatan Mata.
Dengan mengkonsuimsi setidaknya tiga buah pisang setiap hari dapat menurunkan resiko gangguan pengelihatan karena usia senja atau biasa disebut degenerasi makula.

8. Menurunkan Berat Badan.
Diet dengan makan 4 buah pisang dan 4 gelas susu non fat atau bisa dengan susu cair setiap hari sedikitnya 3 hari dalam seminggu,akan membantu menurunkan berat badan. Kalorinya hanya 1250 dan menu ini pas dan cukup menyehatkan.

Itulah manfaat-manfaat buah pisang bagi kesehatan, yang mungkin sebagian orang tidak menyadarinya.

Jika anda tergolong seorang yang suka dengan buah yang satu ini, tidak usah repot bagaimana cara penyajiannya. Karena, buah pisang lezat untuk di konsumsi dalam bentuk apapun. Semoga bermanfaat.

Toilet Jongkok Ternyata Lebih Sehat

Posisi duduk saat menggunakan toilet dapat memberikan pengaruh pada kesehatan. Beberapa ahli mengungkapkan Toilet Jongkok Ternyata Lebih Sehat jika dibandingkan dengan toilet duduk. Menurut para ahli jongkok sebenarnya adalah posisi paling tepat untuk buang air besar.

Dalam hal ini posisi paling ideal untuk buang air besar adalah jongkok dengan paha tertekuk pada perut dengan cara ini kapasitas rongga perut sangat berkurang dan tekanan intraabdomen meningkat sehingga akan lebih mendorong pengeluaran fases.

Ketika anda buang air besar otot puborectalis mengendurkan tekanannya direktrum untuk memungkinkan fases keluar, dalam posisi duduk tekanan yang ada hanya mengendur sebagian sementara pada posisi jongkok tekanannya mengendur dan rileks dengan sempurna sehinga memudahkan proses pengeluaran feses.

Pada posisi duduk dengan posisi biasa dan tegak lurus 90 derajat justru membuat proses buang air besar mejadi lebih sulit untuk dilakukan dan tenaga yang dibutuhkan juga menjadi lebih besar, selain itu dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk buang air besar dengan toilet duduk sebab tubuh butuh proses untuk mendorong fases melalui sudut rectoanal. Pada posisi jongkok tidak butuh waktu lama karena sudut rectoanal telah terbentuk dengan sendirinya dan fases pun terdorong, mengapa hal tersebut penting untuk diketahui ? sebab posisi pada saat menggunakan toilet dianggap memainkan peran besar sebagai faktor resiko beberapa penyakit seperti sembeli wasir dan radang usus buntu.

Hal ini didukung oleh pengamatan bahwa dinegara yang masih jongkok untuk buang air besar penderita untuk penyakit tersebut rendah sebaliknya Negara yang menggunakan toilet duduk penderitanya justru meningkat.

Cara Memasang Komentar Facebook Di Blog

Dalam Membuat Sebuah Blog tentunya anda membutuhkan komentar-komentar yang sangat membangun.
Apakah yang dimaksud dengan komentar ? komentar adalah ulasan atau tanggapan atas Penjelasan yang telah dibuat atau dikatakan sebelumnya. Pada kesempatan kali ini sampul ilmu menjelaskan tentang Cara Mudah Memasang Komentar Facebook di Blog.

Langkah-langkah Pembuatannya Adalah 
Siapkan ID Facebook Anda Terlebih Dahulu (untuk Cara Mudah Melihat ID Facebook Anda login kehalaman Facebook anda kemudian clik Profil anda setelah itu pada URL copy  Nama Facebook anda)

Langkah selanjutnya copy paste URL dibawah ini kemudian  ganti ID Facebook (Tulisan Warna Merah) dengan ID Facebook anda kemudian Enter
https://graph.facebook.com/ID Facebook 

Maka Akan Muncul Tampilan Seperti Dibawah Ini


Langkah Selanjutnya Login Ke dalam Dashboard Blog anda kemudian clik Template pilih Edit HTML setelah itu cari kata
Pada Code HTML Blog anda (Untuk Melakukan Pencarian Agar lebih Cepat Ditemukan Clik CTRL + F pada Keyboard kemudian ketikan Kata 
pada Search  lalu clik Enter)

Setelah code diatas telah ditemukan langkah selanjutnya copy code dibawah ini dan kemudian paste tepat dibawah code


Pada Code Diatas Cari kata meta content='ID Facebook'  Ganti Tulisan ID Facebook dengan ID Facebook Anda

Untuk Melihat Hasilnya Refresh blog kemudian clik postingan pada blog  anda
Dengan Adanya komentar-komentar akan dapat meningkatkan kualitas dari blog anda, semoga bermanfaat.

Bentuk Buku Lapor siswa SMK berdasarkan Kurikulum 2013

Dirjend Pendidikan Menengah telah menerbitkan SK : 781/D/KP/2013 tentang bentuk dan tata cara penyusunan laporan pencapaian kompotensi peserta didik SMK/MA bagi sekolah yang telah menggunakan Kurikulum 2013.
Format buku laporan ini penting dimiliki setiap peserta didik sebagai buku Laporan pencapaian kompetensi yang digunakan selama mengikuti pembelajaran di SMK. Ada beberapa perbedaan dari Format buku laporan kurikulum KTSP diantaranya Kurikulum 2013 memiliki format penilaian Nilai kuantitatif dengan skala 1-4 (berlaku kelipatan 0,33). Untuk lebih jelasnya dapat di download disini  atau disini